Pages

Evaluasi Menyambut Tahun Baru

Minggu, 20 Desember 2020

Sumber gambar: www.pngtree.com

Momen akhir tahun sering dijadikan awal yang tepat untuk membuat resolusi dengan niat untuk memperbaiki diri dan membentuk individu yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Dengan adanya resolusi, kita merasa seperti memiliki semangat baru untuk berkembang di tahun berikutnya. Namun, dalam membuat resolusi biasanya kita hanya berfokus pada perencanaan dan eksekusinya saja tanpa menambahkan satu lagi habbit, yaitu melakukan evaluasi atas apa yang telah dilakukan di tahun sebelumnya.

Evalusi akhir tahun diperlukan agar kita dapat belajar menjadi lebih baik lagi dari hasil evaluasi yang dilakukan. Ketika kita memikirkan apa yang sudah dilakukan di tahun ini, pasti tindakan selanjutnya ialah menperbaiki tindakan kita di tahun berikutnya. Pencapaian yang sudah bagus tetap dipertahankan dan memperbaiki yang masih dianggap kurang. Dengan begitu maka kita akan mengetahui mana titik yang harus dipertahankan dan mana yang harus diperbaiki setelah melakukan evaluasi.

Nah, bagi yang ingin membuat resolusi akhir tahun, setidaknya ada tiga poin yang dapat digunakan dan dijadikan landasan untuk membuat resolusi di tahun berikutnya.

Pertama, mengevaluasi achievement yang telah diraih. Dengan  mengetahui pencapaian kita di tahun sebelumnya, maka kita bisa mempertahankan hal tersebut di tahun - tahun yang akan datang. caranya dengan mengingat dan membuat list seluruh achievement, bersyukur atas apa yang telah di dapatkan sehingga kita memiliki perasaan positif untuk meningkatkan achievement dan hal baik yang telah diraih di tahun sebelumnya.

kedua, mengevaluasi pembelajaran yang telah  didapatkan untuk diterapkan pada diri sendiri agar bisa menjadi individu yang lebih baik lagi di tahun 2021. Baik itu pembelajaran dalam kehidupan sehari - hari di lingkungan kerja, keluarga, tempat ibadah dan berbagai learning yang telah didapatkan di tahun sebelumnya.

Setelah mengevaluasi achievement dan learning yang dudapatkan maka selanjutnya kita mengevaluasi dan membuat next goals. Achievement dan learning yang didapatkan menjadi landasan untuk membuat next goalas di tahun 2021 agar menjadi lebih baik lagi. Jadi, selain mengevaluasi tahun 2020 kita kemudian menciptakan resolusi yang baru di tahun 2021. 

Option Paralysis

Selasa, 08 Desember 2020

Inovasi sering diidentikkan dengan penggunaan metode baru oleh organisasi untuk memperoleh efektivitas dan efisiensi baik itu produk, pelayanan, maupun metode dalam menghadapi persaingan bisnis. Di tengah 'New- Normal' saat ini inovasi dan improvisasi sangat dibutuhkan oleh oleh organisasi agar dapat mempertahankan bisnis nya.

Nah, terkait berinovasi, ada kisah dari perusahaan mainan anak LEGO; 

LEGO, perusahaan mainan asal Denmark pernah mengalami stagnant dan melakukan inovasi yang agresif untuk mendongkrak kembali penjualannya, LEGO merekrut 30 orang desainer muda terbaik di Eropa dan menciptakan puluhan jenis mainan 'inovatif' yang ternyata semuanya flop di pasar dan hampir membuat LEGO bangkrut.

Sumber gambar: google

LEGO awalnya memproduksi mainan brick dengan system interlocking dimana potongan bata bisa  dikombinasikan sehingga dapat menciptakan mainan baru sesuai dengan imajinasi pemain. Dengan membeli mainan LEGO yang baru artinya akan menambah jenis permainan anak. 

Namun, ketika para desainer muda mulai melakukan re-design dan inovasi, rupanya para desainer yang telah direkrut tidak memiliki pengalaman di bidang mainan anak, mereka tidak memahami customer LEGO dan apa yang membuat customer menyukai mainan LEGO. 
Ditangan para desainer berhasil menciptakan banyak sekali jenis mainan lego yang baru, terdiri dari beberapa tipe brick namun tidak dapat saling terhubung karena tidak menggunakan sistem interlocking yang sama. 

Beragam produk baru ciptaan para inovator yang awalnya digadang bisa mengeluarkan LEGO dari stagnasi justru membuat perusahaan mengalami kerugian akibat COGS yang dikeluarkan  cukup besar dan ternyata kurang laku di pasaran.  LEGO memproduksi terlalu banyak varian sehingga harus menjual kelebihan stock dengan harga diskon.  Pilihan mainan yang variatif justru menyebabkan option paralyses.

suber gambar : google

Belajar LEGO, ternyata dalam berinovasi kita juga harus memperhatikan batasan - batasannya nya. Inovasi harus agile dalam menentukan fokus dan batasan inovasi nya. Memberi beberapa pilihan pada konsumen adalah sebuah hal yang baik, tapi hal baik yang terlalu banyak bisa menjadi hal yang tidak baik juga.

Sama halnya ketika kita akan melakukan pesanan makanan di sebuah restaurant, tanpa adanya bantuan best seller dan  menu favorite tentu kita akan kebingungan dalam memilih menu yang tepat. Dari aspek psikologis, pilihan yang variatif akan membuat konsumen stress dan bisa meninggalkan keranjang belanja dan ujungnya akan menyebabkan lost sales.

 

Dalam berinovasi sebenarnya butuh fokus dan batasan yang jelas, tanpa hal tersebut maka apa yang dianggap sebuah inovasi sesungguhnya hanyalah kreatifitas yang tidak membawa keuntungan apapun. Inovasi dibutuhkan eksplorasi dan eksploitasi yang disempurnakan dengan continous improvement.  

Terkait Option paralyses :

  1. Pertama, kita harus menyederhanakan pilihan, lakukan FGD, survey pada konsumen mana produk yang paling best seller dan eliminasi produk yang tidak laku dalam list anda.
  2. Kedua, drive konsumen ada dengan guidance best seller, favorite dan lain sebagianya. 
Stanford University  pernah melakukan riset simulasi dengan memajang dua display berbeda: 
- Etalase A berisi 24 varian 
- Etalase B berisi 6 varian

Hasilnya, 
Etalase A convention rate traffict nya hanya 3% sedangan Etalase B 10x lipatnya yaitu 30%.
 
Hal ini karena secara psikologis, customer akan sangat terbantu jika kita menyederahanakan pilihan sehingga customer tidak pusing saat mengambil keputusan.

Bekerja Keras dan tetap berdoa

Senin, 07 Desember 2020


Terkadang karena sudah merasa kerja keras, sampai berdoa adalah nomor dua. Padahal doa dan usaha adalah dua hal yang harus seimbang.

Doa adalah pengakuan betapa lemahnya kita sebagai manusia. Doa adalah penegasan jika hanya Allah yang punya kekuatan atas diri kita dan Doa adalah memasrahkan diri seutuhnya.

“Anda boleh bekerja sekeras, segigih, dan sekuat apa pun. Tetapi percayalah, Anda harus tetap berdoa dan memasrahkan hasilnya kepada Yang Maha Khalik. Sebab, Dia-lah yang menentukan sukses atau gagalnya pekerjaan kita.” - Erwin Z Achir

Doa itu pencegah kesombongan. 
Kalau ternyata doa dan ikhtiar kita dikabulkan dengan mudah, kita harus tetap sadar bahwa itu terjadi karena kehendak Allah dan memang itulah faktanya. Adakah yang patut kita sombongkan?
Jika doa dan realisasi hasilnya berbeda, itu adalah bagian dari takdir Allah. Yakinlah bahwa hanya Allah yang paling tahu jika yang terjadi adalah yang terbaik. Jika Allah sudah meng-iyakan yang terjadi, maka tugas kita sebagai manusia hanyalah menerima dan meyakini ada hikmah dibaliknya.
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS